KULINER

Sekerat “Steak” dan Secangkir Kopi di Kafe Bedur

“Jadi jaminan Kesegaran dagingnya terjaga karena langsung dari tempat pemotongan. Istilahnya, bukan fresh from the freezer, melainkan fresh from the cowshed,” kata Ahmad Tagar Riagun.

SEBAGAI salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Selatan, Kota Pagaralam memiliki banyak sarana dan prasarana wisata. Kekayaan kuliner daerah yang dijuluki “Sekeping Tanah dari Surga” ini menginspirasi warganya untuk memasarkan aneka makanan berpotensi wisat itu.

Berdirilah kafe-kafe dan rumah makan dengan konsep wisata. Menu yang bervariasi dengan lokasi bertema wisata “kekinian” menjadi tempat “nongki-nongki” (istilah kaum milenial) yang menyenangkan. Uniknya, varian menu antara satu kafe dengan kafe lainnya yang berbeda menambah daya tariknya.

Salah satunya, Kafe Bedur. Tempat “nongki” tongkrongan yang berada di kawasan Dempo Reokan, Kecamatan Pagaralam Utara ini dikunjungi banyak pelanggan dari berbagai kalangan, baik anak muda maupun orang tua.

Hal ini mengundang decak kagum dan perhatian dari seorang pemuda yang kesehariannya bertugas sebagai  dokter yang hobi layaknya anak muda, nongkrong di kafe. Ahmad Tagar Riagun, demikian nama sang dokter. Menurutnya, Kafe Bedur adalah salah satu pilihan wisata kuliner baru di Kota Pagaralam yang digagas dan dijalankan oleh sekelompok anak muda kreatif.

Kafe yang berlokasi di seberang Kantor Bank Sumsel Babel ini berkonsep natural yang ditunjukkan dengan sentuhan ornament kayu-kayuan. Sentuhan maskulin terasa dengan keberadaan beberapa  perangkat otomotif di kafe ini.

Pilihan menunya beragam dengan harga terjangkau. Adaptasi dengan selera western, menu andalaannya adalah steak dain sapi. Tak pula heran jika mengingat nama Bedur –diambil dari nama alm. H. Bedur Yasin—yang merupakan tokoh terkemuka Tanah Besemah, yang juga butcher (tukang daging) legendaries di Kota Pagaralam.

“Jadi jaminan Kesegaran dagingnya terjaga karena langsung dari tempat pemotongan. Istilahnya, bukan fresh from the freezer, melainkan fresh from the cowshed,” ujar sang dokter.

Menurut Gantama, cucu H. Bedur yang juga  pemilik kafe ini, tujuan membangun kafe ini tidak sekadar untuk tempat kuliner biasa. Tapi juga untuk menampung anal-anak muda, sehingga dapat berbagi kreativitas. Mereka dapat berekspresi dan menyalurkan kreasi yang positif seperti seni musik, seni literasi, pertunjukan pantomim, stand up comedy, bedah buku, diskusi ilmiah, sehingga ke depan generasi muda Pagaralam lebih kreatif dan berprestasi.

Di kafe ini, pengunjun juga dapat menikmati kopi khas Pagaralam yang disajikan oleh @kopintel,_ salah satu kedai kopi yang sudah memiliki reputasi kuat sebagai penyaji kenikmatan robusta Pagaralam.

Cobalah nimati steak-nya irisan demi irisan, dengan sesekali menyeruput kopinya. “Dijamin, pasti ketagihan,” kata Gantama.

Penulis: Aceng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.