PALEMBANG

Barang Ilegal Dimusnahkan

SIBERNAS.com, Palembang – Barang illegal hasil sitaan bead an cukai, mulai dari rokok hingga bagian dari senjata api, dimusnahkan. Pemusanahan barang illegal ini dilakukan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC TMP) B Palembang, Kamis (134/12/2018).

Barang yang dimusnahak dengan penggilingan dan pembakaran ini merupaka hasil penindakan yang dilakukan Tim Penyidik Bea Cukai sepanjang tahun 2018. Selama tahun ini, telah dilakukan 636 penindakan. Pelanggaran itu meliputi 176 impor barang kiriman pos,  327 cukai hasil tembakau (HT),  33 impor umum,  75 impor barang penumpang,  9 cukai MMEA lokal,  dan 14 cukai MMEA impor. Total kerugian mencapai Rp71,88 milyar dengan kerugian negara hingga Rp20, 55 milyar.

Lihat Juga :  Anniversary LSM MMK ke 18, Bagikan 500 Paket Sembako untuk Emak-emak

“Barang-barang yang dimusnahkan hari ini berupa 1,08 juta batang rokok dengan nilai Rp543 juta, potensi kerugian negara Rp503 juta;  10.756 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dengan nilai Rp1,08 milyar,  potensi kerugian negara Rp1,2 milyar,  dan 277 kg tembakau iris dengan nilai barang Rp36 juta, potensi kerugian Rp8,3 juta dan penindakan lainnya,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur (Kakanwil DJBC Subagtim), M. Agus Rofiudin.

Baranf-barang illegal lain meliputi anak panah dan senjata tajam,  bagian dari air soft gun,  alat elektronik,  alat kesehatan,  makanan,  alat pornografi,  obat dan suplemen, serta kosmetik.

Menurutnya, wilayah distribusi barang ke Sumatera melalui Sumsel cukup dominan.”Seperti rokok dari toko toko dan kosmetik masuk melalui kantor pos,” katanya.

Lihat Juga :  Pemkot Palembang Kurangi Anggaran KIS Warga Miskin Rp46 Miliar

Barang-barang ini. selain dari pelabuhan bagian timur seperti Sungsang, juga sebagian dari Jawa Timur dan Batam.

Selama dua sampai tiga terakhir, barang illegal tahun ini merupakan yang terbesar secara kuantitatif. Agus mengatakan bahwa pihaknya akan terus bersinergi, bekerjasama dengan aparat penegak hukum; TNI, Polri,  Kejaksaan,  dan Pengadilan. Mereka berkomitmen melakukan penertiban peredaran barang tersebut di wilayah Sumsel.

Reporter: Muhammad Fadli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.