WISATA DAN BUDAYA

Seni Khas Daerah untuk Generasi Milenial

SIBERNAS.com, Palembang – Pementasan karya seni dengan kekhasan daerah sudah sangat jarang diadakan. Hal ini membuat generasi milenial semakin jauh dari akar budaya daerahnya.

Menurut Ketua Pelaksana Organisasi  Mahasiwa Musik Kampus Religi (M-MKR), Ari Fatrah, teknologi canggih pada era milenial ini membuat seni budaya daerah hampir dilupakan. Hal ini disampaikannya pada acara bertajuk Wonderful di Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (5/12/2018).

Pada acara ini, tampil Sahilin (maestro musik batang hari sembilan),   Band Candei Banaspati, Diroad, Dul Muluk, dan penampilan karya seni anggota M-MKR berupa menyanyi solo dan drama musikal Legenda Pulau Kemaro.

Pembina M-MKR, Manalu Laili, M.Pd., mengatakan bahwa acara ini diadakan untuk mengenalkan budaya melalui seni musik.

“Kesuksesan sebuah acara  yang paling penting adalah kualitas konten acara, bukan banyaknya peserta yang hadir,” katanya.

Penonton tak dapat menahan tawa saat drama musikal Dul Muluk yang tampil penuh humor. “Awal mula terbentuknya drama teater ini berasal dari syair kitab Abdul Muluk yang dibacakan oleh Wan Bakar dan terus berkembang menjadi teater mengikuti perkembangan zaman yang tak jarang mengikuti kepentingan,” ujar salah seorang pemain Dul Muluk.

Tak hanya itu. Games menarik berhadiah voucher makan di jeda pementasan karya seni. Acara ini dihadiri mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang dan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, antara lain dari Universitas Sriwijaya.

Reporter: Muhammad Fadli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.