BERITA UTAMA

Membaca Sukses Kehidupan Para Tokoh

SIBERNAS.com, Palembang  – Kasih  Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia. Itulah mungkin sepenggal bait lagu yang sering kita dengar.  Bukan tanpa sebab, karena pada kenyataannya memang Ibu selalu menyayangi kita bahkan sampai akhir hayatnya. Jasanya tidak terbendung dan tidak terhitung banyaknya, sejak kita lahir ke dunia ini dan pertama kali menangis, sang ibulah yang menyambut kita dengan kebahagiaan dan penuh harapan.

Kesempatan kali ini, AsSajidin akan mengupas pentingnya peran Ibu dalam menyongsong sukses atau tidaknya kehidupan seorang anak yang terhimpun dalam kisah inspiratif para tokoh dan rahasia sukses kehidupanya. Berikut rangkuman tulisan yang dihimpun Jemmy Saputera Wartawan AsSajidin Group untuk Anda.

Ajaran Islam yang di bawah oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah agama yang mengajarkan betapa tingginya nilai ahklak. Oleh karena itu, adab kepada orang tua pun sangat diperhatikan. Bahkan dalam Qs : Lukman ayat 41 Allah SWT berfriman yang artinya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

1.Sandiaga Salahuddin Uno ( Cawapres 2019)

“ Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Itulah mengapa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan ibumu..ibumu..ibumu sampai tiga kali ketika seorang sahabat bertanya kepadanya tentang siapa manusia yang harus aku hormati di dunia ini, kata Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno dalam kesempatan berjumpa emak-emak dalam lawatannya ke Palembang beberapa waktu lalu.

Untuk di ketahui, Sandiaga sebelum terjun kedunia Politik adalah seorang karyawan yang terpaksa harus pensiun dan merasakan bagaimana menjadi seorang pengangguran dikarenakan perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan. Dan kemudian, Ia mulai merintis usaha bersama teman-temanya yang kemudian beberapa kali mengalami kegagalan.

Sandiaga Salahuddin Uno

 “ Puncaknya adalah, ketika Saya mulai merintis usaha di bidang keuangan yaitu PT Saratoga Advisor. Disini Saya merasakan, doa restu Ibu mengawali kesuksesan itu. Ibu pernah bilang,hidupmu bermanfaatlah untuk kehidupan orang lain, nanti hidupmu akan dijamin oleh Allah SWT. Pesan itu lah yang kemudian menjadikan Saya berusaha untuk terus dan  terus mengabdi,” ujarnya saat mengisi dialog bersama Ustadza dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sumsel di Gedung Daarul Jannah pekan IINovember 2018 lalu.

Dimata Sandiaga, sosok Ibu adalah bidadari, karena Ibu merupakan manusia yang selalu ada untuk kita. Baik dalam keadaan suka maupun duka. Ibu adalah kunci suksesnya kehidupan, jadi jangan pernah kecewakan dia.

“ Saya ini kan anak kampung yang besar di dataran Melayu, tepatnya di Pekanbaru. Sebagai anak kampung, kami diajarkan untuk nurut cakap orang tua apalagi Ibu. Kita tahu kan kisah Malin Kundang, kisah anak durhaka yang meminta restu Ibunya ketika Ia ingin pergi mencari kesuksesan. Setelah sukses, Ia pun lupa diri. Malin Kundang lupa, ada doa restu emaknya dalam kesuksesannya,” kata Sandiaga.

Lihat Juga :  Tekuk PSPS, SFC Makin Kokoh di Puncak Klasemen

2. Harnojoyo S.Sos (Walikota Palembang)

Hidup sebagai orang nomor 1 di Kota Palembang. Tidak membuat H. Harnojoyo S. Sos Walikota Palembang menjadi jumawa. Sebelum menjadi Walikota, Harnojoyo mengakui bahwa, kesuksesanya dalam hidup adalah berkat semangat dan motifasi sang ayah disertai doa dari Ibunya.

“ Pahit dan manis kehidupan, mulai dari kernet oplet,supir taksi, pedagang ayam hingga menjadi Walikota adalah bumbu kehidupan yang pernah Saya  jalani. Intinya cuma satu fokus, dan niatkan diri kita untuk mengabdi serta berguna bagi banyak orang itu saja,” ucapnya kepada AsSajidin beberapa waktu lalu saat mengisi subuh berjamaah di Mushola AlKausar kecamatan Sukamulia Sematang Borang.

H. Harnojoyo S.Sos Walikota Palembang

Dimata Harnojoyo sosok Ibu adalah warna-warni kehidupan. Bahkan, setiap hal yang menyangkut perjalanan kariernya pun selalu ia konsultasikan bersama sang Ibu.“  Caro kito tinggal di dusun, minta doa restu emak dalam segalo langkah kito, biar hidup ini lancar dan berkah. Uji wong tuo lamo, surgo di telapak kaki emak. Nah, ngapo pulo nak jauh-jauh cari surgo, surgo tu kan deket tinggal kito galak apo idak,” ucapnya.

Yang jelas kata Harnojoyo, sayangilah orang tua kita terlebih lagi sosok Ibu. Berbahagialah mereka yang sampai saat ini masih bisa hidup bersama.

“ Jika kita berlebihan harta, muliakanlah mereka. Jika kita belum mampu, hormati dan sayangilah mereka. Jika mereka sudah tidak ada lagi, jaga dan rawatlah warisannya. Baik itu, harta maupun saudara-saudara kita.  Dengan begitu, Insya Allah takdir akan menuntun pada kebaikan hidup kita,” tegasnya.

  1. Ustadz Abdul Somad ( Pendakwa )

Dimata Ustadz Abdul Somad,   Umat Islam haruslah senantiasa  memuliakan Ibu nya. Karena ganjaran dari Allah SWT bagi orang yang memuliakan Ibunya adalah surga. Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW. Surga berada di bawah telapak kaki ibu.

“Perempuan adalah makhluk mulia. Perempuan adalah Ibu kita. Muliakan ibumu maka sorga bagimu,” kata Ustaz Somad, saat memberikan tausiah di Masjid Al Musannif, Kota Medan beberapa waktu lalu.

Ustadz Abdul Somad

Dosen UIN Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru itu mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk tunduk pada Ibu. Setiap anak harus menyenangkan hati Ibunya. Menahan diri tak tak pernah melawan kepada ibu. Sebab Ibu adalah orang yang telah berjuang bersimbah keringat dan darah, sampai hampir meregang nyawa untuk melahirkan anak-anaknya.

Penderitaan seorang ibu tak hanya sampai di situ, ia juga kerap terhenti beribadah ketika sedang hamil. Ibu tak bisa berpuasa ketika hamil, tak bisa puasa ketika menyusui. Ibu tak jadi solat Dhuha atau ingin membaca Alquran karena harus mendiamkan anaknya yang menangis.

Lihat Juga :  Jarak Pandang Rendah, Banyak Penerbangan Delay Akibat Asap

Ustaz Somad menyebut umat Islam yang tak mampu untuk menunaikan ibadah haji atau umroh ke Mekkah untuk mengejar surga tak perlu bersedih. Karena sejatinya surga itu tak jauh, yaitu ada di telapak kaki Ibu.

“Senangkan hati Ibumu. Kalau Ibumu suka marah, cerewet, kuncinya hanya satu, diam. Jangan melawan. Karena kalau kau lawan, murka Allah untukmu,” tegasnya.

  1. Ustadz Adi Hidayat Lc, MA ( Pendakwah)

Seorang manusia memiliki 4 ketetapan saat ruh ditiupkan di janin Ibunya. Pertama, rezekinya kedua ajalnya, ketiga dunia dan ke empat akhiratnya. Kata Ustadz Adi Hidayat dalam tausiyah di masjid Alqobah 1 Pusri Pekan II November 2018. Dimata Ustadz Adi Hiadayat,  Hj.Rafiah Akhyar (66) adalah sosok Ibu yang senantiasa membantu setiap misi dakwa yang Ia jalani.

“Ibu saya adalah seorang pensiunan Kepala Sekolah SDN Pandeglang 7 Ciasem Pandeglang. Dalam setiap doanya, Ibu hanya berharap agar anakny, tetap diberikan kekuatan dan kesehatan untuk terus berdakwah menyampaikan pesan-pesan keimanan dan keislaman. Itu lah, mengapa Saya begitu yakin untuk terus berdakwah. Ibu yang mengadakan tangan untuk kita kepada Allah SWT, lalu mengapa kita harus ragu,” ucap Ustadz Adi, ketika seorang jamaah bertanya tentang sosok Ibu kepadanya.

Ustaz Adi Hidayat

Ia pun bercerita, tentang kisah nyata seorang anak yatim yang dizolimi oleh pamanya. Alkisah, hidup seorang anak yatim bersama Ibunya yang miskin di sebuah daerah di Mesir.

Hingga suatu ketika, sang paman mendatangi mereka dengan maksud akan menjual sebidang tanah dan rumah yang ditinggali mereka untuk kemudian menjadikannya sebagi modal membuka usaha. Singkat cerita 15 tahun berlalu sudah, dimana dari hasil harta si anak yatim tersebut pamannya menjadi usahawan sukses dengan cabang perusahaan hingga menembus pangsa Eropa dan Amerika.

“ Harta yang melimpah itu membuat sang paman menjadi tamak, sehingga ia lupa dari mana asal harta yang kini ia peroleh. Sampai, ketika si yatim ini melamar pekerjaan di perusahaan sang paman ia pun di usir,” ujarnya.

Dengan ahlak yang mulia sambungnya, Si yatim bersama Ibunya tak pernah mendemdam hanya doa yang menjadi penguat hidup keduanya. Sang Ibu pun tak pernah lelah berdoa untuk kebaikan anaknya dan memohon agar Allah SWT menjaga semua hak-hak atas dirinya.

“ Tepat 20 tahun usia si yatim, doa Ibu itu terkabul. Sang Paman, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. Hingga akhirnya harta yang melimpah ruah tersebut jatuh kepangkuan si yatim. Ini artinya doa sang Ibu terkabul atas hak-hak anaknya. Allah  Subhanahu wa Ta’ala yang menjaga hartanya. Kalau sudah begitu, tidak ada yang mampu menghalanginya,” tutupnya.

 

Penulis : Jemmy Saputera

 

 

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close