PALEMBANG

Mahasiswa Asing Ikut Pelatihan Menulis Esai dan Sastra Indonesia

SIBERNAS.Com, PALEMBANG –Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bina Darma Palembang (UBD) terus berupaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dan akreditasi lembaga.

Bukan hanya mahasiswa asal Indonesia saja yang diasah keterampilannya dalam bidang bahasa dan sastra.

Akan tetapi, mahasiswa asing yang kuliah di Universitas Bina Darma Palembang juga dilibatkan dalam pelatihan menulis esai dan sastra Indonesia.

Upaya itu didukung kerja sama yang dilakukan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UBD Palembang dengan Koalisi Masyarakat Puisi Palembang (KMPP).Seperti dikutip dari Sripoku.com

Penandatanganan MoU berlangsung di kampus utama UBD Palembang, Selasa (16/10/2018).

“Selain upaya meningkatkan akreditasi program studi, kerja sama dan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan mahasiswa di bidang bahasa dan sastra Indonesia,” ungkap Hastari Mayrita MPd, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UBD Palembang.

Hastari menjelaskan, pelatihan dan penulisan sastra dan esai ini tidak hanya diikuti mahasiswa reguler asal Indonesia yang menempuh jenjang pendidikan srata satu.

“Prodi kami juga melibatkan mahasiswa asing yang mengikuti kuliah bahasa dan sastra Indonesia,” terangnya.

Adapun mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan tersebut di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Meksiko, dan Korea Selatan.

Kerjasama dan pelatihan ini menghadirkan pengurus KMPP yang diwakili Anwar Putra Bayu, Anto Narasoma, dan Eko Sulistyo.

Dalam penjelasannya, Anto Narasoma, wartawan dan sastrawan senior di Sumsel yang menjadi bagian KMPP turut menyampaikan materi puisi dan esai di sela-sela penandatanganan kerja sama tersebut.

Menurut dia, dalam meresensi esai dan puisi perlu menggunakan pendekatan yang berdasarkan keilmuan.

Lihat Juga :  Minta Rusun 26 Ilir Segera Direvitalisasi, Pj Walikota Palembang Temui Perum Perumnas

“Sastra harus mempunyai dasar yang bersumber dari ilmu. Jadi, resensi sastra juga harus dikaji secara ilmiah,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *