Uncategorized

Ini Dia Pencipta Lagu Adek Jilbab Biru yang Viral di Palembang

Sebenarnya lagu itu cuma dikarang untuk menyelaraskan huruf /u/' di akhirnya saja. Tidak tahu kalau sampai viral.

Oh adek yang jilbab biru

cantik manis cak gulo tebu

dapet salam dari bapak ibu

bulan depan jadi menantu.

Begitulah bunyi bait awal lagu yang akhir-akhir ini viral di kalangan anak zaman now  Palembang. Awalnya, lagu ini muncul di akun Instagram, @imam._nahla, 5 September 2018. Sejak itu, lagu yang dinyanyikan dua pemuda ini tayang hingga lebih dari 48.000 kali.

Siapakah dua bujang Plembang itu? Mereka adalah Imam Hidayat dan Aslam Makatutu Rusli. Imam adalah mahasiswa semester tiga Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Dialah yang menggubah lagu Adek Jilbab Biru. Bersama Aslam, Imam menyanyikan lagu ini, kemudian mengunggah videonya.

Soal itu, Imam mengatakan bahwa video itu sekadar iseng dan menyalurkan salah satu hobinya. Lagu berlirik baso Plembang sari-ari bercerita tentang gombalan dan ungkapan rindu dari seorang pemuda kepada seorang santriwati. Ternyata, mengundang banyak apresiasi dari warganet.

Dalam video itu, Imam bergaya layaknya generasi milenial. Suaranya pun terbilang merdu dan khas. Diiringi petikan gitar Aslam, jadilah mereka tampil selayaknya artis dunia maya kekinian.

Video Instagram yang kini viral di tengah generasi milenial di Kota Palembang, lagu berjudul Adek Jilbab Biru. Foto capture: Maya Citra Rosa

Ketika diwawancarai, Imam mengatakan bahwa dia tidak menyangka lagu itu direspon baik dan disenangi warganet, khususnya Kota Palembang. “Sebenarnya lagu itu cuma dikarang untuk menyelaraskan huruf /u/’ di akhirnya saja. Tidak tahu kalau sampai viral,” katanya.

Lelaki kelahiran Palembang, 6 Agustus 2000, ini juga bersyukur karena sudah banyak anak muda yang menyukai lagunya. Ini bisa jadi contoh kreativitas para milenial di Kota Palembang. “Alhamdulillah kalau banyak yang senang. Tapi, selain untuk hiburan, alangkah baiknya kalau anak-anak muda juga merespon baik lagu-lagu shalawat yang pasti menjadi dakwah bagi kita semua,” ujar Imam.

Pemuda yang juga tergabung dalam Grup Hadroh An-Nahla ini mengatakan bahwa dia melihat lagunya yang awalnya viral, kemudian di-cover oleh banyak anak muda lainnya, ia sedikit kecewa. Menurutnya, boleh saja cover atau membagikan kembali video tersebut asal izin terlebih dahulu, atau dicantumkan hak cipta lagunya.

Cover sih boleh, tapi mereka banyak tidak mencantumkan credit. Seolah-olah mereka yang buat lagu, padahal kan kita yang buat, jadi kayak plagiat,” kata Imam, diiringi tawa kecilnya.

Imam tidak berharap banyak, sampai hari ini belum ada yang mengajak atau menawarkinya untuk rekaman lagu tersebut, walaupun sudah banyak yang kenal. Baru ada undangan dari luar untuk ikut mengisi pentas seni di salah satu acara.

“Ya, kalau saya tidak terkenal di mata manusia, juga tidak apa-apa. Asal terkenal di mata Allah,” canda Imam kepada wartawan sibernas.com.

Dia berharap dapat menyebarkan syiar Islam lebih luas lagi, melalui hobinya itu dan menjadi pribadi lebih baik lagi. Imam mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang suka lagunya itu, dan untuk cewek-cewek jangan dianggap serius, lagu itu hanya untuk hiburan. “Jangan baper ajalah, pokoknya,” kata Imam.

Pesan Imam, untuk anak muda yang meng-cover lagunya itu, agar bisa mencari kreativitasnya sendiri, bangga atas karyanya sendiri, dan jangan sampai dibiasakan untuk plagiat karya orang lain.  “Kalau pun mau cover, cari pencipta aslinya dan izin empunya, jangan asal nyelonong aja,” katanya.

Reporter : Maya Citra Rosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close