PALEMBANG

Guru SMKN 5 Kota Palembang Terapkan TEFA

Guru juga harus mengupgade diri, dan mengikuti perkembangan zaman

SIBERNAS, PALEMBANG – Teaching Factory (TEFA) adalah salah satu upaya yang dilakukan SMKN 5 Palembang untuk meningkatkan siswanya agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Namun tantangan yang dihadapi saat ini adalah apakah guru yang produktif mampu menyamakan kemampuan tersebut di dunia usaha dan industri.

Kepala SMKN 5 Palembang, Drs H Zulfikri, M.Pd mengatakan jika siswanya dituntut untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga tidak harus bergantung kepada pekerjaan yang semakin banyak pesaingnya.

“Untuk mensinkronisasikan pendidikan, mereka harus magang karena mereka harus melihat apa yg dibutuhkan. Selama ini yang kita tahu siswanya saja yang magang, tapi gurunya tidak, nah Program TEFA ini ditayangkan oleh Pemerintah untuk mengatasi kebutuhan apa yg ada di dunia usaha dunia industri (dudi)” jelasnya, Kamis (4/10/2018).

Lihat Juga :  Ratu Dewa Sabet Penghargaan Leading Public Service Innovation

Ia juga menerangkan jika guru harus magang juga di dudi, agar keterampilan yang telah mereka dapatkan ketika magang, itu bisa ditransfer ke siswa.

Lihat Juga :Unsri Career Expo 2018 Dekatkan Pencari Kerja dan Perusahaan

“Guru juga harus mengupgade diri, dan mengikuti perkembangan zaman. Sebaiknya guru magang selama satu semester, jadi ketika siswanya magang, guru juga ikut magang,” tambahnya.

Zulfikri menjelaskan jika saat ini baru ada dua jurusan yang akan diterapkan di TEFA, yaitu guru Multimedia dan pemasaran, dan difokuskan ke-2 keterampilan tersebut.

“Tinggal persaingannya nanti, SMK itu orangnya praktis, harus cepat. Lebih baik siswa magang, guru juga ikut magang jadi harus dibarengin,” tambahnya, seperti dilansir BritaBrita.com.

Jumlah guru yang akan diikutsertakan TEFA ini ada empat orang, dua orang guru produktif dari multimedia dan dua guru produktif dari pemasaran.

“Ditargetkan guru harus mahir menguasai keterampilan yang dibutuhkan oleh dudi dan bisa dishare ke siswa agar sama-sama mahir. Jadi diharapkan tidak ada siswa SMK yang nganggur, karena gurunya dulu yg mahir,” ucapnya.

Editor: Handoko Supriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *