NASIONAL

Sampai Hari ini 925 Korban Jiwa Gempa dan Tsunami Palu

Jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala terus bertambah

PALU – Bencana gempa dan tsunami yang memporakporandakan tanah Kaeli Sulawesi Tengah ( Sulteng ). Jumat kemarin ( 28/9 ). Membuat masyarakat masih sibuk mencari keluarganya yang dinyatakan masih hilang.

Data sementara yang dilansir dari pojokcelebes.com, oleh Penerangan Kodam ( Kapendam ) Merdeka Kolonel Muh. Thohir di Posko penanggulangan gempa dan tsunami Palu. Menyebutkan, data Per 1 Oktober 2018 Pukul 18.00 Wita Gempa dan Tsunami Palu.

– Pengungsi 59.450 di 109 titik
– Korban meninggal dunia 925 orang.
– Luka 799 orang
– Korban hilang 99
– Korban tertimbun 152
– Rumah rusak 65.733

Infrastruktur yang dipastikan rusak diantaranya :

1. Jembatan Kuning putus
2. Bandara MJ, tower ATC, terminal retak
3. Hotel roa roa
4. Mall Tatura
5. Hotel De syah
6. Jalan 12 titik
7. RS Anetapura Roboh
8. Anjungan Talise
9. Stasiun TVRI

Sementara kuburan masal TPU Poboya 53 mayat.

Rangkaian gempa bumi dengan magnitudo hingga 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah dan menimbulkan tsunami di perairan Palu dan sekitarnya, Jumat (28/9/2018).

Berbagai bangunan, seperti rumah warga, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan lainnya rusak parah, ambruk sebagian atau seluruhnya dan tersapu gelombang. Jembatan Ponulele yang menjadi ikon Kota Palu toboh setelah diterjang gelombang tsunami.

Lihat Juga :  Bharada E Diperintah Atasan Tembak Brigadir J

Sementara itu, dilasir Tribunnews.com, jalur trans Palu-Poso-Makassar tertutup longsor. Ratusan orang meninggal dunia.

Masih banyak yang hilang dan belum ditemukan.

Puluhan hingga ratusan orang diperkirakan belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan.

Sementara itu, ribuan orang mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Mereka kekurangan makanan dan pasokan BBM.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis fakta terbaru gempa setiap hari dalam dua hari terakhir.

Berikut ini fakta terbaru dampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala dalam dua hari terakhir:

1. Korban meninggal mencapai 925 jiwa

Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 925 orang meninggal dunia.

Dari angka tiga ratusan korban jiwa pada Sabtu (29/9/2018), jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala terus bertambah hingga mencapai 925 jiwa pada Minggu siang.

Lihat Juga :  Terkait RUKHP, Dewan Pers : Kami Menyoroti Pasal-Pasal yang Mengancam Kebebasan Pers

Ilmuwan Dunia
Para ilmuwan dunia menyatakan kekagetan atas dahsyatnya terjangan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka menilai gempa yang mengguncang Donggala, Sulteng diperkirakan tidak memicu gelombang menghancurkan seperti yang terjadi di Palu pada Jumat (28/9) lalu.

“Kami memperkirakan gempa itu mungkin memicu tsunami, tapi tidak sebesar itu,” sebut Jason Patton yang merupakan pakar geofisika yang bekerja untuk perusahaan konsultan Temblor dan mengajar pada Humboldt State University di California, Amerika Serikat (AS).

“Ketika peristiwa seperti ini terjadi, kita biasanya mendapati hal-hal yang belum pernah kita amati sebelumnya,” imbuh Patton seperti dilansir New York Times, Senin (1/10/2018).

Dilansir Detik.com, Gempa bumi berkekuatan 7,4 Magnitudo yang mengguncang Donggala pada Jumat (28/9) sore, diketahui berpusat di titik 80 kilometer sebelah utara Palu. Sesaat setelah itu — sekitar 30 menit kemudian — gelombang air laut hingga setinggi 5 meter menerjang Palu, menghancurkan gedung, menyapu kendaraan dan menewaskan ratusan orang.

Editir: Bangun Lubis

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Us