Kota Palembang Masih Perlu Dikemas
Memang Kota Palembang itu sudah maju pesat, tetapi sejumlah permasalahan tentu masih saja menghantui kota tua ini. Dan itupun masih perlu ditangani secara sistematis dan ekstra agar lebih hebat lagi kemajuannya
SIBERNAS. Com, PALEMBANG — Aktivis Pemuda Sumsel, Andrei Utama menilai, dengan pesatnya kemajuan Kota Palembang, rupanya masih banyak persoalan yang harus dihadapi. Ketua LSM F-MPR serta pengurus beberapa organisasi pemuda dan sosial ini mengatakan, penyelesaiannya dapat didiskusikan secara partisipatif dan menjadi tantang bagi Wali Kota Palembang yang akan dilantik, Selasa (18/09).
Bung Rei, sapaan akrabnya mengungkap sedikitnya ada lima persoalan yang masih mengemuka dan perlu mendapat perhatian. Tak hanya bagi Wali Kota, tetapi juga bagi bakal calon anggota DPRD periode ke depan.
“Beberapa masalah itu antara lain kemacetan yang membuat stres dan merugikan waktu. Pemerintah bisa membuat analisa lalu lintas, penertiban parkir liar, penertiban Pedagang di beberapa lokasi dan membuat kantong parkir yang dikelola pihak ketiga agar bisa menambah PAD. Setelah itu dipastikan penataan sistem transportasi dalam kota wajib dibenahi dengan cepat dan akurat dan terintregitas,” ungkapnya, Selasa (18/09).
Banyak kota di dunia berhasil menyelesaikan persoalan kemacetan, Palembang pasti bisa. “Kita bisa gunakan teknologi terkini dan dilakukan diskusi oleh ahli lalu lintas untuk membantu mengurai kemacetan dan membuat aturan serta penegakannya. Yang paling utama adalah pentingnya dibuat transportasi publik terintegrasi yang aman, nyaman, terjangkau serta mudah. Banyak pola uji coba untuk mengatasi itu,” ucapnya.
Kedua adalah masalah banjir. Ini dikeluhkan terus tetapi tak ada penyelesaiannya. Warga merasa tidak ada jalan keluar dari masalah itu, makin banyak sekarang titik banjir yang di saat hujan menjadi sungai sungai baru di dalam kota ini.
Menanggapi hal itu, Andrei menyatakan pentingnya orientasi pembangunan tidak melulu ke darat tapi justru bagaimana membangun sarana perairan agar indah, bermanfaat dan berdaya guna dan mempercantik anak sungai seperti di Taman Kumbasari yang berada di Tukad (Sungai) Badung Denpasar Bali yang cantik ala Sungai Cheonggyecheon di Korsel.
“Palembang pernah dijuluki Venice of The East, itu karena memang kota kita adalah kota air. Kanal dan sungai banyak tetapi kini kotor, mampet, hitam dan bau. Sudah waktunya mengembalikan Palembang sebagai kota air. Artinya pembangunan sarana dan prasarana air harus diprioritaskan. Transportasi air yang aman dan nyaman harus bisa terwujud, pelabuhan harus banyak dan utamanya bagaimana mendorong orang untuk memimpikan punya boat atau perahu seperti bermimpi punya mobil. Seperti di Venice, warganya bahagia hidup di air,” ujarnya.
Masalah ketiga adalah soal keamanan. Tingginya kriminalitas ini banyak dikeluhkan warga. Ini memang tugas kepolisian, tetapi menyerahkan bulat-bulat masalah itu pada instansi vertikal itu pasti tidak elok. Andrei menyatakan harus ada sinergi dan program khusus untuk memberantas kriminalitas dg melibatkan tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
“Utamanya adalah pengentasan kemiskinan dan tentu soal pendidikan juga terkait dan masih banyaknya pungli saat tahun ajaran baru. Begitupun meningkatkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Masalah lowongan pekerjaan banyak dikeluhkan warga menjadi persoalan keempat. Yang mengeluh pasti yang tidak bekerja dan menganggur.
“Persoalan ini harus ditangai serius. Kita harus bangun sentra-sentra industri yang menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal. Tentu harus ada juga pendidikan life skill yang konkrit. Membangun sentra industri rumahan dan kawasan perdagangan juga akan menyerap tenaga kerja, semua harus terpadu,” ujarnya.
Kelima, soal ekonomi, masalah kesejahteraan. Orang miskin di Kota Palembang terbilang tinggi. Orang susah juga banyak. Orang sederhana yang hampir miskin juga lumayan. Ini tentu butuh iklim ekonomi yang kondusif. Pertumbuhan harus baik dan yang terpenting preferential option for the poor harus nyata.
“Program kesejahteraan rakyat itu harus konkrit. Dan bagaimana kita memetakan isu strategis yang ada di Kota Palembang. Dan masyarakat menuntut terwujudnya optimalisasi peran pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayan kepada masyarakat yang lebih baik juga menjadi daerah yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing,” ucapnya.(*)