Uncategorized

HERMAN DERU dan SPIRIT FATHU MAKKAH

“Tidak akan ada dendam politik bagi kami, nantinya semua orang-orang yang menjabat pada masa sekarang tidak akan kami ganti jika memang mereka layak untuk dipertahankan. Jadi jangan takut kami tidakakan mau berbuat semau-maunya,” tegas Herman Deru

SIBERNAS.COM, PALEMBANG – Komitmen Herman Deru yang berlapang dada ini patut diapresiasi masyarakat sebab serangan, fitnah, celaan yang ditujukankepada diri dan keluarganya selama menjalani proses politik Pilkada Sumsel tempo hari alang bukan kepalang, sebagai manusia biasa, Herman Deru pantas untuk mendendam, tapi itu tidak akan dilakoninya bersama Mawardi Yahya.

GUBERNUR dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel] periode 2018-2023 terpilih H. Herman Deru dan H. Mawardi Yahya saat ini tengah menjalani hari-hari penantian pelantikan.  Insya’Allah masyarakat Sumsel memiliki khalifah baru, nakhoda baru, pemimpin baru, tanggal 27 September 2018 nanti, Herman Deru dan Mawardi Yahya akan resmi dilantik di Jakarta.

Menyongsong pengabdian lima tahun kedepan tersebut, Gubernur Sumsel terpilih Herman Deru tiada henti-hentinya menyuarakan sekaligus meyakinkan kepada khalayak yang akan dipimpinnya bahwa dirinya tidak akan menerapkan politik balas dendam.

“Tidak akan ada dendam politik bagi kami, nantinya semua orang-orang yang menjabat pada masa sekarang tidak akan kami ganti jika memang mereka layak untuk dipertahankan. Jadi jangan takut kami tidakakan mau berbuat semau-maunya,” tegas Herman Deru kepadaAs SAJIDIN Group dalam berbagai kesempatan.

Herman Deru yang bersama Mawardi Yahya [HDMY] sama-sama husnulk hotimah menjadi bupati dua periode ini kembali menegaskan, “ pembangunan  di Sumsel, harus dimulai dari membangun mental sumber daya manusianya. Maka untuk itu, membangun daerah yang kaya raya ini,harus dengan cinta dan jauh lebih elok dibandingkan dengan hanya mementingkan hal –hal kecil. Itu tidak ada dalam niat kami membangun Sumsel.”

Dikatakan, HDMY berkomitmen membangun Sumsel dengan cinta, tidak akan ada dendam politik pasca pelantikannya nanti.

Dimata Herman Deru, dendam politik adalah kebiasaan buruk yang harus dihentikan, karena tidak memenuhi criteria sebagai pemimpin. Oleh sebab itu, kedepan jika nanti Allah Subhanahuwa Ta’ala merestui kepemimpinannya, komitmen HDMY adalah membangun Sumsel dengan  cinta tanpa dendam politik.

Komitmen Herman Deru yang berlapang dada ini patut diapresiasi masyarakat sebab serangan, fitnah, celaan yang ditujukankepada diri dan keluarganya selama menjalani proses politik Pilkada Sumsel tempo hari alang bukan kepalang, sebagai manusia biasa, Herman Deru pantas untuk mendendam, tapi itu tidak akan dilakoninya bersama Mawardi Yahya.

Selain berlapang dada, Herman Deru juga berjanji tidak akan mengubah sikap tindaknya kepada masyarakat. Kalau selama 10 tahun sangat dekat kepada rakyat Kabupaten OKU Timur, maka ketika jadi GubernurSumsel, “saya akan berusaha mempertahankan selalu dekat dengan masyarakat dan akan komunikasi dengan daerah lainnya. Saya siap melaksanakan janji- jani selama kampanye yang lalu, untuk masyarakat Sumsel lebih sejahtera. Kawal saya dan ingatkan saya atas janji yang pernah HDMY sampaikan.”

Sikap politik Herman Deru yang sangatpositiftersebutmengingatkankembaliakanperistiwaamatbersejarahdalamsirahnabawiyah, Nabi Muhammad SAW yang  dikenal dengan peristiwa Fathu Makkah [kemenangan kota Makkah].

Memang nuansa, bobot, skala, drajatnya jauh berbeda dan sama sekali tidak level mengkomparasinya. Akan tetapi ruh dan spirit Fathu Makkah itu tidak berlebihan dikatakan telah diteladani oleh sikap Herman Deru.

Dalam episode Fathu Makkah, Abu Sufyan, tokoh kunci kaum Quraisy mental perangnya “down” melihat pasukan Rasulullah yang membara.  Dia langsung mendatangi Rasulullah dan menyatakan dirinya masuk islam. Maka Rasulullah yang sebelumnya selalu dijahati Abu Sufyan, justru menyanjungnya dengan berkata,” Barangsiapa masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman.Barangsiapa menutup pintunya, dia aman. Dan barangsiapa memasuki Masjidil Haram, dia aman”.

Selanjutnya, setelah semua berhala di sekitar dan di dalam Ka’bah dihancurkan Rasulullah, beliau membacakan firman Allah dalam QS al-Isra ayat81 yang artinya, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh yang batil itu pasti lenyap. Nabi pun membacakan ayat lain yang tertera dalam QS Saba ayat 49 yang berbunyi, “Kebenaran itu telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) mengu- langi”.

Setelah kota Makkah dikuasai penuh, tentu penduduk Makkah dan suku quraisy sangat ketakutan kira-kira hukuman apa yang bakal mereka terima dari Rasulullah Saw, sebab pemikiran mereka sangat masuk di akal, karena selama ini mereka sangat memperlakukan ketidak-adilan kepada Nabi Muhammad Saw.

Tapi apa yang dilakukan Rasulullah terhadap penduduk Makkah. Di sinilah betapa lapang dadanya Nabi Muhammad Saw, beliau justru memberikan Pengampunan Umum alias amnesty diberikan kepada penduduk Makkah.

Amnesti dikeluarkan dengan melepas kenangan betapa hebatnya siksaan yang diterima Rasulullah dan para sahabat pada awal masa kerasulan. Kenangan pahit saat Nabi yang mulia dikejar-kejar kaum quraisy hingga harus bersembunyi di GuaTsur, intimidasi kepada para sahabat hingga menyebabkan mereka tewas hingga blokkade ekonomi yang dilakukan kepada kaum Muslimin.

Semua peristiwa itu seakan dilupakan Nai Muhammad dan para pengikutnya ketika Fathu Makkah tiba.

Amnesti dikeluarkan pada saat penduduk Makkah berkumpul di dekat Ka’bah.Mereka menunggu hukuman keputusan Rasulullah terkait nasib mereka.

Rasulullah pun bertanya, Menurut dugaan kalian, apakah yang akan aku lakukan terhadap kalian? Mereka menjawab, gugaan kami adalah baik karena engkau adalah saudara yang mulia dan anak orang mulia.

Rasulullah kemudian bersabda sambil mengutip firman Allah SWT. Pada hariini, tidak ada cercaan terhadap kamu. Mudah-mudahan Allah mengampuni kalian. (QS Yusuf: 92).

Rakyat Makkah pun mendapatkan jaminan keamanan dari hukuman mati, tidak menjadi tawanan, harta bergerak ataupun harta tidak bergerak tetap menjadi milik mereka dan mereka terhindar dari hukum membayar kharraj (pajak).(*)

Editor : Aspani Yasland

Tags

BERITA TERKINI

2 Comments

  1. I will right away seize your rss feed as I can not in finding your
    e-mail subscription link or newsletter service.
    Do you have any? Kindly permit me recognize in order that I may just subscribe.
    Thanks. Hey would you mind sharing which blog platform you’re using?
    I’m looking to start my own blog in the near future but I’m having a hard time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.

    The reason I ask is because your design seems different
    then most blogs and I’m looking for something unique.
    P.S Apologies for being off-topic but I had to ask!
    I have been browsing online more than 2 hours today, yet I never found any interesting article
    like yours. It’s pretty worth enough for me. Personally, if all
    webmasters and bloggers made good content as you did,
    the web will be a lot more useful than ever before.
    http://foxnews.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BACA JUGA

Close
Close